Guy Harris:'Keterbatasan Saya Menjadi Kelebihan"

Jika Guy Harris tidak memiliki tekad baja, mungkin ia tidak akan sebesar sekarang. Pria ini mendirikan sebuah bisnis bernama DisabledGear.com tahun 2009 dan hingga saat ini bisnisnya itu terus berkembang untuk melayani kebutuhan konsumen.

Ia mencium peluang bisnis dari sektor alat bantu mobilitas penyandang cacat. Di situsnya ini, ia memberikan solusi berupa sebuah situs daring yang bebas iklan sehingga memungkinkan orang untuk membeli dan menjual peralatan dengan mudah, nyaman dan fungsional, yaitu mencari barang berdasarkan harga, jarak, atau kata kunci, dan sebagainya.

Perencanaan memiliki arti penting dan dari konsep menuju peluncuran sebenarnya membutuhkan waktu yang tidak pendek, minimal setahun. Peribahasa lama mengatakan tidak ada kesempatan kedua untuk membangun kesan pertama. Hal ini memang ada benarnya.

"Memulai berentrepreneurship memang bukan perkara gampang. Kadang tampaknya tidak peduli apa yang dilakukan bisnis Anda untuk orang lain, sukar untuk membujuk mereka menyisihkan waktu beberapa menit untuk Anda tunjukkan pada mereka,"ujarnya. Namun, apa yang saya tahu ialah bahwa setiap orang yang berkaitan dengan konsumen ini merupakan peluang emas untuk memberikan alasan bagi mereka untuk kembali dan menyebarkan kabar baik itu pada teman-teman mereka. Layanan konsumen benar-benar memiliki peranan di sini.

"Bagi saya, melayani konsumen tidaklah mudah karena saya sangat percaya dengan apa yang saya lakukan,"Harris menjelaskan.

Harris mengidap penyakit RTA (renal tubular acidosis/ pengapuran ginjal) sejak tahun 2003, sebagai akibatnya ia harus rela mengalami kelumpuhan. Tentu saja, dunianya kemudian berubah sejak itu.

Apa yang ia lakukan kemudian adalah nekat melakukan sesuatu. "Lakukan apa yang Anda ketahui,"ujar Harris. Semangat ini akan terpancar dalam bisnis Anda dan juga produk-produk yang Anda hasilkan. Dan fleksibilitas juga sama pentingnya.

"Saya mulai menjual produk baru karena saya ingin membayar layanan gratis yang saya berikan. Dengan memilih solusi untuk masalah saya, saya sudah berhasil mempopulerkan sejumlah produk,"ia mengaku.

Jika bukan karena kondisinya yang seperti sekarang, bisa jadi Harris tidak akan terjun dalam dunia entrepreneurship. "Ketidakmampuan saya menjadi kelebihan. Saya paham produk saya dan saya mengerti konsumen saya,"tutur pria penyuka anjing itu. Misalnya, ia menjual jins untuk pengguna kursi roda. Saat ia menemukan pembuatnya dan menyaksikan kualitas produknya, ia merasa senang. "Akhirnya saya menemukan jawaban atas masalah yang sudah saya pikirkan selama 6 tahun. Dan saya menemukan reaksi yang sama pada konsumen saya - kecuali sebagian dari mereka yang sudah menunggu jauh lebih lama!"

Pada orang lain yang memulai bisnis, ia akan selalu menyarankan untuk nekat. "Lakukan saja! Berbisnis bukan hal termudah yang Anda akan lakukan karena memang akan selalu ada kegagalan dan pelajaran yang dipelajari sepanjang perjalanannya. Bila Anda adalah jenis orang yang tak kenal menyerah, itu akan memperkaya kehidupan Anda dan memberikan kepuasan yang lebih tinggi,"ucapnya panjang lebar.

Apa yang menarik ialah siapa saja yang mendukung Anda sepanjang waktu dan siapa yang mencemooh.  "Anda akan terkejut mengetahui siapa saja mereka itu,"kata Harris. Meski demikian, ia mengaku menemukan orang-orang yang luar biasa baik yang membuatnya tersenyum karena begitu mendukungnya.

Sebagai entrepreneur selama 5 tahun ini, ia menyimpulkan prinsip sukses utamanya ada dua: integritas dan tekad baja. "Saya telah memulai dari nol karena tak punya banyak modal dan saya ingin melakukannya dengan benar. Dan berbisnis dari nol artinya saya harus melakukan semua tugas sendiri,"tandas Harris. (DisabledEntrepreneurs/Akhlis)

Comments