Penggunaan Office 365 pun tergolong mudah karena menggabungkan aplikasi kerja yang sudah dikenal oleh publik luas, seperti Word, Excel, dan Power Point, yang disertai dengan komputasi Cloud, sehingga memungkinkan semua perubahan ter-update secara otomatis.
Tetapi, sayangnya, masih tertanam dalam persepsi para pelaku usaha kecil dan menengah, bahwa penggunaan layanan cloud akan menghabiskan biaya yang lebih tinggi karena pembayarannya menggunakan sistem recurring cost. Terlebih lagi, keamanannya pun tidak terjamin. Hal ini menyebabkan mereka merasa ragu menggunakan layanan cloud.
Hendrik Tio, CEO Bhinneka.com, menyangkal hal tersebut. Menurutnya, dengan menggunakan Office 365, pengeluaran per-orang akan lebih murah. "Sekarang cost per-orangnya lebih murah. Kalau kita rata-rata 1 tahun itu kita spending untuk belanja IT-nya 2,5 sampai 3 miliar, tahun ini lebih hemat, tidak sampai 2 miliar," akunya.
Hal tersebut terjadi karena dengan berbagai fitur Office 365, seperti konferensi web dan ruang penyimpanan cloud, para pelaku UKM dapat bekerja dari manapun sehingga UKM tidak perlu menyisihkan biaya operasional untuk gedung dan perkantoran. Selain itu, UKM juga tidak perlu lagi berinvestasi terlalu banyak untuk pengawasan dan pemeliharan mesin, karena seluruh email berjalan di komputasi awan dan dikelola secara aman oleh microsoft.
"Dari isi kualitas kerja kami itu lebih cepat, Lebih efisien. Managementnya lebih gampang. Otomatis ini juga memberikan pelayanan lebih cepat kepada pelanggan. Kami sekarang bisa menganalisa dari setiap performance system kami," ujar Hendrik.
Ia juga mengungkapkan, dengan Office 365, akses daripada bisnis menjadi lebih cepat. "Itu yang menurut saya paling terasa sekali. Saya kira itu sangat membantu kita bersosialiasi dalam berbisnis," terangnya. (as/swa.co.id)
Sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/teknologi/office-365-solusi-bersosialisasi-dan-berbisnis

Comments
Post a Comment