Selesai Lebih Cepat Tak Selalu Lebih Baik


Kita semua tahu kebiasaan menunda pekerjaan adalah biang keladi rendahnya produktivitas. Namun, tak banyak yang tahu bahwa mengerjakan pekerjaan terlalu cepat juga bisa sama tidak produktifnya.

Banyak dari kita yang memilih mengerjakan pekerjaan jauh lebih awal karena kita terus menerus mencoba memeriksa daftar pekerjaan untuk mendapatkan waktu senggang. Seberapa sering Anda harus tergesa-gesa untuk menyelesaikan sebuah tugas dan kemudian menemukan bahwa Anda harus kembali lagi mengerjakannya karena ada kesalahan yang harus diperbaiki? Apakah Anda biasanya memecahkan masalah mudah di daftar pekerjaan anda dulu atau Anda menyisihkan waktu paling produktif Anda untuk menyelesaikan pekerjaan paling penting bagi Anda?

Apakah Anda menghabiskan waktu sepanjang hari membalas surel, dan menyadari bahwa waktu kerja Anda habis hanya untuk itu dan Anda belum melakukan pekerjaan yang begitu penting bagi perusahaan Anda? Pekerjaan-pekerjaan ini mungkin terasa produktif dalam jangka pendek, tetapi tergesa-gesa untuk menyelesaikan satu pekerjaan - apapun itu - membuang waktu saja jika Anda masih harus kembali lagi mengkoreksi dan merevisi dan menyempurnakannya. Alih-alih berambisi menyelesaikan pekerjaan dengan secepat mungkin, fokuslah pada cara bagaimana membuat pekerjaan terselesaikan dengan lebih baik meski harus menghabiskan lebih banyak waktu dan selesai lebih lambat. (David Burkus/ Akhlis)

Comments