Pelajaran Kegagalan Astra

Edward Soeryadjaya ialah anak sulung dalam keluarga almarhum William Soeryadjaya yang mengembangkan PT Astra International sejak tahun 1957. Saat itu Astra masih sebuah perusahaan kecil yang bergerak dalam bidang trading. Ia kemudian menjelma sebagai salah satu perusahaan terbesar di tanah air.

Seiring dengan pertumbuhan Astra, Edward juga tertarik untuk memperluas cakupan bisnisnya ke bidang perbankan. Ia pun mendirikan PT Bank Summa yang didukung dengan pinjaman dengan menggunakan saham-saham Astra.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Bank Summa malah tersangkut masalah utang yang menggunung, yang akhirnya memaksa William untuk menjual saham keluarganya di Astra demi melunasi tanggungan utang tersebut. Sungguh sebuah periode yang suram bagi keluarga yang piawai berbisnis itu.

Mulai saat itulah, Astra dikendalikan Jardine Group yang berpusat di Hong Kong dan tetap menjadi perusahaan terbesar di Indonesia pasca krisis itu.

Kekayaan keluarga Soeryadjaya kembali pulih berkat kerja keras saudara Edward, Edwin Soeryadjaya yang mempertaruhkan peruntungannya dalam bisnis tambang batubara Adaro yang pernah kembang kempis namun berhasil menjadi salah satu produsen batubara terbesar di dunia. Edwin juga berhasil berinvestasi melalui firma ekuitas swasta Saratoga. Saat ini kekayaan Edwin mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS.

Edward mengatakan bahwa ia banyak belajar dari kegagalan yang terjadi di masa lalu. Pelajaran itu adalah "kita dapat mendelegasikan pekerjaan tetapi tidak dengan tanggung jawab". Saat Bank Summa runtuh, Edward tak berada di tanah air karena harus mengurus istrinya yang sakit dan akhirnya meninggal dunia di luar negeri.

"Saat Bank Summa terjerat utang, masalah itu ditangani oleh mereka yang bukan bankir," ucapnya.

Pasca kematian William tahun 2010, keempat anaknya memutuskan untuk mendedikasikan diri mereka pada perusahaaan-perusahaan induk yang ada. Edward menjalankan bisnisnya di bawah Ortus Holdings Ltd di tahun 2012, sebuah perusahaan pribadi. Nama Ortus ia ambil dari "solis ortus", istilah bahasa Latin untuk matahari terbit (Soeryadjaya artinya juga matahari terbit). 

Comments